Robot Pembantu Kecil
Mina memiliki robot kecil bernama Pip. Pip tinggal di mejanya di dekat jendela. Pip memiliki roda lunak dan kepala bulat. Sebuah lampu biru kecil berkedip, berkedip. Pip berkata, "Biip bop!" ketika dia bahagia.
Pip memiliki antena seperti sedotan perak yang mengkilap. Dia juga punya sensor. Sensor membantu robot memperhatikan hal-hal, seperti cahaya atau suara. Pip mengenakan baterai kecil seperti tas punggung. Ketika baterai itu merasa mengantuk, Pip butuh diisi daya. Mina akan berkata, "Waktunya istirahat, Pip," dan mencolokkan pengisi daya dengan bunyi klik lembut.
Suatu malam yang tenang, langit berubah menjadi ungu dan biru. Bintang-bintang mulai berkelap-kelip. Mina tersenyum. "Ayo kita buat proyektor bintang," katanya. "Itu akan membantu kita santai di waktu tidur." Lampu Pip berkedip lebih cepat. "Biip bop! Proyek!" kata Pip.
Mereka mengumpulkan barang-barang yang mereka butuhkan. Kotak kardus. Selotip. Lampu kecil dengan tombol sakelar. Beberapa stiker bulat untuk membuat lubang. Kabel pendek. "Ini sirkuit kita," kata Mina. "Sirkuit adalah jalur kecil untuk listrik. Itu membantu lampu menyala." Pip mendengarkan. Pip suka kata-kata baru.
Pip melesat terlalu cepat. Selotip menempel di roda. Stiker beterbangan. Kotak itu terbalik dengan bunyi gabruk. Pip membuat bunyi biip yang khawatir. Mina terkikik dan menepuk tangan logam Pip. "Tidak apa-apa," katanya. "Kita akan melangkah selangkah demi selangkah. Langkah satu. Buat rencana. Langkah dua. Bangun perlahan. Langkah tiga. Uji dan perbaiki."
Pip mengangguk. "Langkah. Langkah. Langkah," kata Pip. Mereka menggambar rencana sederhana dengan krayon. Mina melubangi kotak dengan pensil untuk membuat bintang kecil, satu per satu. Pip memegang kotak itu agar stabil. Selanjutnya, mereka meletakkan lampu di dalam. Mina menghubungkan kabel ke sakelar. Klik! Pip mengupas stiker dan menekannya pada kotak untuk membuat bentuk bulan dan titik-titik. Selotip dipasang lurus. Sirkuit kecil itu aman dan nyaman.
Mereka mematikan lampu kamar. Rasanya nyaman dan tenang. Mina menekan sakelar. Klik. Lampu bersinar melalui lubang bintang. Langit-langit dipenuhi dengan bintang-bintang lembut yang berkilauan. Dinding-dinding mengenakan bulan-bulan kecil dan titik-titik lembut. Kamar itu tampak seperti sup langit malam, hangat dan berkilauan.
Pip berputar perlahan, tidak cepat. "Biip," bisiknya. Mina berbaring di bawah selimut. Dia merasakan jari-jari kakinya rileks. Pip melihat bintang-bintang dengan matanya yang cerah dan ingin tahu. "Kita berhasil," kata Mina. "Kita membuat penemuan."
Pip mengangguk. "Kerja tim," kata Pip. "Rencana. Bangun. Uji." Pip menyukai kata-kata itu. Mina juga menyukainya. Kerja tim membuat ruangan terasa aman.
Lampu biru di kepala Pip bersinar lembut. Baterainya menguap. Mina mencolokkan pengisi daya. "Kerja bagus, pembantu," bisiknya. "Selamat malam, bintang. Selamat malam, robot kecil."
Pip berdengung, desiran kecil yang mengantuk. Cahaya bintang melayang seperti kepingan salju cahaya. Mata Mina menjadi berat. Dia mengambil napas dalam-dalam. Hal terakhir yang didengarnya adalah bunyi biip lembut Pip dan klik lembut dari sakelar.
Kadang-kadang teknologi itu berisik dan sibuk. Tapi malam ini sunyi dan baik. Dengan kesabaran dan langkah-langkah, Mina dan Pip membuat waktu tidur menjadi cerah, tenang, dan manis.


























