Perahu Kecil yang Pemberani
Bibi adalah perahu biru kecil. Malam itu lembut. Bulan bulat dan terang. Bibi merindukan petualangan kecil. "Aku berani," kata Bibi. "Aku bisa pergi. Aku bisa melihat."
Dot si bebek melompat masuk. "Kwek, kwek. Aku ikut juga," kata Dot. Gus si camar terbang di atas. "Swoop, swoop. Aku akan memandu," kata Gus. "Kita berani. Kita baik hati. Kita akan pergi pelan-pelan. Kita akan pergi aman," kata mereka.
Air berdesir-desir. Bibi terombang-ambing. Dayung mencelup, celup, celup. "Dayung, dayung, dayung," nyanyi Dot. Bintang-bintang membuat jalur perak. Bulan membuat jalan cahaya yang mengantuk.
Mereka melewati alang-alang hijau yang tinggi. Seekor ikan kecil mengintip. "Halo, si kecil," kata Bibi. Kepiting pemalu melambaikan cakar kecilnya. "Halo, halo," kata Dot. Mercusuar di pulau jauh berkedip. Kedip, kedip. "Kita bisa melakukannya," kata Gus.
Mereka mencapai lekukan berpasir. Pasirnya hangat dan emas. Mereka menemukan kerang yang halus. Mereka menemukan daun merah. Mereka mendengarkan ombak. Ssshh, sshh, sshh.
"Sudah waktunya pulang," kata Bibi. "Ya," kata Dot. "Ya," kata Gus. Kembali mereka pergi. Celup, celup, celup. Ombang, ambing, ambing. Desir, desau, ssshh.
Pelabuhan itu sunyi. Langit adalah selimut besar. Bintang-bintang berkedip. Bulan menguap. "Kita berani. Kita baik hati," kata Bibi. "Kita di rumah." Dot meringkuk di perahu. Gus melipat sayapnya. Selamat malam, perahu kecil. Selamat malam, teman-teman pemberani. Selamat malam, laut yang lembut.


























