Chicken Little
Pada suatu hari yang berangin, Chicken Little sedang mematuk biji-bijian di bawah pohon ek besar. Plop! Sebuah biji ek jatuh dari pohon dan menimpuk Chicken Little tepat di kepalanya. "Ya ampun, ya ampun!" teriak Chicken Little. "Langit runtuh! Aku harus pergi dan memberi tahu raja!"
Chicken Little bergegas menyusuri jalan, sayapnya mengepak. Segera dia bertemu Henny Penny yang sedang menggaruk-garuk debu. "Ke mana kamu pergi dengan terburu-buru, Chicken Little?" kokok Henny Penny.
"Aku akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh," kata Chicken Little.
"Bagaimana kamu tahu langit runtuh?" tanya Henny Penny.
"Aku melihatnya dengan mataku, aku mendengarnya dengan telingaku, dan sebagian jatuh di kepalaku!" kata Chicken Little, menggosok tempat yang sakit itu.
"Kalau begitu aku akan pergi bersamamu," kata Henny Penny. Jadi pergilah mereka—Chicken Little dan Henny Penny—memanggil, "Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh!"
Mereka belum pergi jauh ketika mereka sampai di sebuah kolam. Ducky Lucky berjalan tertatih-tatih keluar, ciprat-ciprat. "Ke mana kalian pergi, Chicken Little dan Henny Penny?" kwek Ducky Lucky.
"Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh," kata mereka bersama-sama.
"Bagaimana kamu tahu langit runtuh?" tanya Ducky Lucky.
"Aku melihatnya dengan mataku, aku mendengarnya dengan telingaku, dan sebagian jatuh di kepalaku!" kata Chicken Little.
"Kalau begitu aku akan pergi bersamamu," kata Ducky Lucky. Jadi pergilah mereka—Chicken Little, Henny Penny, dan Ducky Lucky—memanggil, "Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh!"
Di sepanjang jalan, mereka bertemu Goosey Loosey yang sedang menggigit rumput. "Ke mana kalian pergi, semua dalam satu barisan?" honk Goosey Loosey.
"Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh," kata ketiganya.
"Bagaimana kamu tahu langit runtuh?" tanya Goosey Loosey.
"Aku melihatnya dengan mataku, aku mendengarnya dengan telingaku, dan sebagian jatuh di kepalaku!" kata Chicken Little.
"Kalau begitu aku akan pergi bersamamu," kata Goosey Loosey. Jadi pergilah mereka—Chicken Little, Henny Penny, Ducky Lucky, dan Goosey Loosey—memanggil, "Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh!"
Melewati pagar, mereka bertemu Turkey Lurkey, terengah-engah dan melangkah dengan bangga. "Ke mana kalian pergi, gobble-gobble, dengan terburu-buru?" tanya Turkey Lurkey.
"Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh," kata keempatnya.
"Bagaimana kamu tahu langit runtuh?" tanya Turkey Lurkey.
"Aku melihatnya dengan mataku, aku mendengarnya dengan telingaku, dan sebagian jatuh di kepalaku!" kata Chicken Little.
"Kalau begitu aku akan pergi bersamamu," kata Turkey Lurkey. Jadi pergilah mereka—Chicken Little, Henny Penny, Ducky Lucky, Goosey Loosey, dan Turkey Lurkey—memanggil, "Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh!"
Mereka berbaris dan berbaris sampai mereka mencapai tepi hutan. Dari bayang-bayang melangkah Foxy Loxy, halus dan tersenyum. "Selamat siang, burung-burung kecil," kata Foxy Loxy. "Ke mana kalian pergi dalam parade yang begitu indah?"
"Kami akan memberi tahu raja bahwa langit runtuh!" teriak mereka semua.
"Raja!" kata Foxy Loxy. "Wah, aku tahu jalan terpendek ke istana. Ikuti aku, dan aku akan membawamu ke sana sekaligus."
Chicken Little dan yang lainnya tidak tahu jalan ke raja, jadi mereka mengikuti Foxy Loxy melewati pepohonan dan menuruni jalan yang berkelok-kelok. Semakin gelap dan sempit. "Apakah ini jalan ke raja?" bisik Henny Penny.
"Oh ya," kata Foxy Loxy lembut. "Tepat melalui pintu ini." Dia memimpin mereka ke lubang rendah dan gelap di lereng bukit.
Foxy Loxy membukanya lebar-lebar. Cepat sekejap mata, dia melompat—dan melahap mereka, satu per satu. Chicken Little, Henny Penny, Ducky Lucky, Goosey Loosey, dan Turkey Lurkey tidak pernah terlihat lagi. Dan raja tidak pernah mendengar berita mereka, karena tidak ada berita sama sekali. Itu hanya biji ek.
Dan itulah sebabnya, sebelum kita berteriak, "Langit runtuh!" kita berhenti, mengambil napas, dan memastikan itu benar.












