Bibi dan Nino
Sudah malam. Langit lembut dan biru. Bulan bulat dan baik hati. Bibi adalah beruang kecil. Nino adalah landak kecil. Mereka berteman. Mereka berjalan di jalan setapak yang berbau pinus dan apel.
Nino berkata, "Aduh!" Sebuah ranting kecil tersangkut di durinya. Nino berdiri diam. Bibi melihat. Bibi mengangguk. Bibi berkata, "Aku membantumu. Aku membantumu sekarang." Bibi menarik perlahan. Ranting itu terlepas. Nino tersenyum. Nino berkata, "Terima kasih, temanku. Aku membantumu. Aku membantumu nanti."
Mereka berjalan terus. Angin berbisik lembut. Sebuah sungai kecil berbunyi pling, pling. Bibi menjatuhkan selimut kecilnya. Selimut itu meluncur ke bawah. Bibi terlihat sedih. Nino melihat. Nino mengangguk. Nino berkata, "Aku membantumu. Aku membantumu sekarang." Nino berguling mendekat. Nino mendorong selimut itu dengan hidungnya. Selimut itu ada di sini. Bibi tersenyum.
Dua teman. Dua hati kecil. Mereka berbagi apel. Mereka berbagi tawa. Mereka berkata, "Aku membantumu. Kamu membantuku. Bersama-sama kita berani. Bersama-sama kita tenang."
Bintang-bintang berkedip. Udara hening dan hangat. Bibi dan Nino merayap mendekat. Cakar lawan cakar. Hidung lawan hidung. Mereka berbisik, "Selamat malam, teman. Selamat malam, hutan. Selamat malam, bulan." Mata mereka terpejam. Napas mereka lembut. Persahabatan beristirahat. Malam itu baik hati.


























